Fungsi Produksi Menurut Sadono Sukirno (2005)

Fungsi produksi adalah hubungan teknis yang menghubungkan antara faktor produksi atau disebut pula masukan atau inputs dan hasil produksinya atau produk (outputs). Suatu fungsi produksi menggambarkan semua metode produksi yang efisien secara teknis dalam arti menggunakan kuantitas bahan mentah yang minimal, tenaga kerja minimal dan barang-barang modal lain yang minimal. Metode produksi yang boros tidak diperhitungkan dalam fungsi produksi (sudarsono, 1990).

Menurut Sadono Sukirno (2005), fungsi produksi selalu dinyatakan dalam bentuk rumus, yaitu sebagai berikut :

Q = f (K, L, R, T)

Dimana:
Q = output
K, L, R, T = input (modal, tenaga kerja, kekayaan alam, dan teknologi)

Persamaan diatas merupakan suatu pernyataan matematik yang pada dasarnya berarti bahwa tingkat produksi suatu barang tergantung pada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan tingkat teknologi yang digunakan. Jumlah produksi yang berbeda-beda dengan sendirinya akan memerlukan berbagai faktor produksi dalam jumlah yang berbeda-beda juga. Di samping itu, untuk satu tingkat produksi tertentu, dapat pula digunakan gabungan faktor produksi yang berbeda.

Sehingga dengan membandingkan berbagai gabungan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah barang tertentu dapatlah ditentukan gabungan faktor produksi yang paling ekonomis untuk memproduksi sejumlah barang tersebut.



--- --- ---
Sumber:

Skripsi Linda Agustiana, Analisis Efisiensi Obyek Wisata Di Kabupaten Wonosobo (Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2013)