Hubungan tingkat pengangguran dengan ketimpangan pembangunan

Kondisi demografi sangat berkaitan dengan proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara atau wilayah. Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur (Sadono Sukirno, 2010).

Menurut Sjafrizal (2012), faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pembangunan antar wilayah salah satunya adalah karena perbedaan kondisi demografis. Demografis disini meliputi perbedaan tingkat pertumbuhan dan struktur kependudukan, perbedaan tingkat pendidikan dan kesehatan, dan perbedaan kondisi ketenagakerjaan termasuk didalamnya adalah tingkat pengangguran. Daerah dengan kondisi demografisnya baik akan mempunyai produktivitas kerja yang lebih tinggi sehingga akan mendorong peningkatan investasi ke daerah yang bersangkutan. 

Lessman (2006) melihat kondisi demografis dari sisi tingkat pengangguran suatu daerah. Menurut Lessman, tingkat pengangguran yang tinggi berhubungan dengan semakin tingginya ketimpangan wilayah.



Daftar Pustaka:
Sjafrizal. 2012. Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Lessman, Christian. 2006. Fiscal Decentralization and Regional Disparity: A panel data approach for OECD countries. Ifo Working Papers. http://www.cesifo-group.de/portal/pls/portal/docs/1/1197172.PDF. Diakses tanggal 20 Oktober 2012.
Sukirno, S. 2007. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Kencana, Jakarta.