Teori Produksi Pada Lembaga Pendidikan

Teori Produksi Pada Lembaga Pendidikan
Menurut Nicholson (2002), tujuan dari sebuah perusahaan ialah mengubah input menjadi sebuah output. Begitu pula dengan sebuah lembaga pendidikan yang menggunakan sarana dan prasarana sekolah guna menghasilkan pelajar yang terdidik. Barbeta dan Gilberto Turati (2001) menggambarkan sebuah hubungan input dan output dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai berikut :

OS = f (B, G, TA, T, Latar Belakang Siswa, dan Lingkungan)

Keterangan :
OS = Output Sekolah
TA = Tenaga Administrasi
B = Biaya G = Guru
T = Teknologi

Input yang tersedia pada setiap perusahaan, pasti ingin diperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan tingkat teknologi yang tertinggi pada saat itu (Nicholson, 2002) sedangkan menurut Sudarsono (1990) suatu fungsi produksi dapat memberikan gambaran kepada kita tentang produksi yang efisien secara teknis yang artinya semua penggunaan input dalam produksi serba minimal atau serba efisien.

Teori produksi yang sederhana umumnya menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut dimana dalam analisis tersebut dimisalkan bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap. Hubungan proses produksi tersebut terdapat hukum hasil lebih yang semakin berkurang (the law of diminishing returns) yang tidak dapat dipisahkan dari teori produksi (Sukirno, 2005).

The law of diminishing returns pada hakikatnya menyatakan bahwa hubungan di antara tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pertama produksi total (TP) akan mengalami penambahan yang semakin cepat, tahap kedua pertambahannya akan semakin melambat dan pada tahap ketiga produksi total justru akan semakin berkurang.

The law of diminishing returns dapat digambarkan dengan analisis kurva total produksi dan kurva produksi marjinal seperti dapat dilihat dalam gambar 2.1 berikut :

Hubungan Total Product (TP), Average Product (AP), dan Marginal Product (MP) (Salvatore, 1992 Hal 148)
Hubungan Total Product (TP), Average Product (AP), dan
Marginal Product (MP) (Salvatore, 1992 Hal 148)


Kurva diatas menjelaskan bahwa :

  • Daerah I : Daerah pada saat produksi marginal (MP) lebih besar dari pada produksi rata-rata (AP) dan daerah ini tidak rasional sehingga penggunaan input belum mencapai efisiensi (optimal) karena secara ekonomis produksi masih dapat ditingkatkan. 
  • Daerah II : Daerah yang dimulai dari titik AP maksimum (AP=MP) sampai dimana MP=0 dengan elastisitas produksi antara 0 dan 1. Daerah ini merupakan daerah rasional bagi produsen dan efisiensi teknis tercapai yaitu pada saat MP memotong kurva AP maksimum. 
  • Daerah III : Daerah pada saat MP negatif dengan elastisitas produksi kurang dari 0 dan daerah ini tidak rasional karena setiap terjadi penambahan input justru akan menurunkan total output sehingga terjadi inefisiensi.



--- --- --- ---
Untuk mendapatkan Versi Lengkap dari Penelitian ini, silahkan kunjungi Halaman File Penelitian Ekonomi.