Carrying Capacity (Daya Dukung) dalam Ekonomi

Daily dan Erlich (1992) mengatakan bahwa ahli ekologi mendefinisikan daya dukung sebagai ukuran populasi spesies maksimal mengingat bahwa suatu daerah dapat mendukung tanpa mengurangi kemampuannya untuk mendukung spesies yang sama di masa depan.

Menurut Ranganathan dan Daily (dalam Said Rusli et al, 2010) daya dukung (carrying capacity) adalah ukuran populasi maksimum dari suatu spesies yang dapat bertahan tanpa batas di daerah tertentu. 
Menurut Paskalis Riberu (2002) populasi yang hidup pada suatu habitat dalam lingkungan, dapat memenuhi kebutuhannya karena lingkungan mempunyai kemampuan untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan populasi disebut daya dukung (carrying capacity). +
Menurut Carey (dalam McCool dan Lime, 2001) konsep daya dukung awalnya dikembangkan di berbagai bidang dan manajemen kehidupan liar dan didasarkan pada pemikiran bahwa organisme dapat bertahan hidup hanya dalam batas kondisi fisik:
"Ketersediaan dari kondisi yang cocok untuk hidup menentukan jumlah organisme yang dapat berada dalam sebuah lingkungan. 
Menurut McCool dan Lime (2001) daya dukung dalam konteks manajemen didasarkan atas berbagai pertanyaan dari asumsi neo-Malthus bahwa populasi tumbuh secara cepat, tetapi akhirnya terbatas sehingga pertumbuhan terjadi dalam pola logistik. Pertumbuhan penduduk kemudian akhirnya dibatasi oleh berbagai faktor lingkungan.
Undang-undang RI No. 10 1992 (dalam Said Rusli et al, 1978) membedakan daya dukung lingkungan menjadi daya dukung alam, daya tampung lingkungan binaan, dan daya tampung lingkungan sosial sebagai berikut:

  1. Daya dukung alam adalah kemampuan lingkungan alam beserta segenap unsur dan sumbernya untuk menunjang perikehidupan manusia serta makhluk lain secara berkelanjutan. 
  2. Daya tampung lingkungan binaan adalah kemampuan lingkungan hidup buatan manusia untuk memenuhi perikehidupan penduduk. 
  3. Daya tampung lingkungan sosial adalah kemampuan manusia dan kelompok penduduk yang berbeda-beda untuk hidup bersama-sama sebagai satu masyarakat serasi, selaras, seimbang, rukun, tertib dan aman.

Sumber:
Suryanto, (2012). Valuasi Ekonomi Dampak Perpindahan Kampus Undip Pleburan Di Kec. Tembalang Dan Strategi Pengembangan Wilayah Kec Tembalang. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012.

--- --- --- ---
Untuk mendapatkan Versi Lengkap dari Penelitian ini, silahkan kunjungi Halaman File Penelitian Ekonomi.
--- --- --- ---
Kamus Ekonomi:
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |