Langkah Dalam Menentukan Premi Asuransi

Dalam menentukan premi, apabila seseorang menutup asuransi biasanya ia akan dikenakan premi dasar. Sedangkan pada hal-hal tertentu premi dapat berubah, premi tersebut dapat bertambah dan berkurang, dalam hal terdapat penambahan risiko yang dijamin perusahaan akan mengenakan premi tambahan, sedangkan seseorang akan mendapatkan reduksi premi untuk  jenis pertanggungan tertentu atau untuk ketentuan lainnya, dan tarif kompeni merupakan tarif yang digunakan untuk mengindari persaingan tidak yang sehat antar perusahaan asuransi.

Di dalam premi yang dikenakan kepada tertanggung terdapat tarif premi asuransi. Salah satu perbedaan mendasar antara penetapan tarif/harga pada asuransi dengan penentuan harga pada perusahaan lainnya adalah bahwa harga asuransi didasarkan pada suatu perkiraan. Proses itu dimulai dengan perkiraan biaya, perkiraan kerugian dan menggolongkan biaya itu di antara kelas polis. Selain itu perbedaan penting lainnya adalah bahwa harga/tarif dalam asuransi dibatasi oleh peraturan pemerintah, yang menghendaki agar tarif premi asuransi wajar, tidak terlalu tinggi dan tidak bersifat diskriminatif.
Tarif asuransi merupakan harga per unit produk asuransi, menurut Herman Darmawi dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Asuransi”, tarif asuransi yaitu “Suatu tarif atau rate adalah harga yang dikenakan terhadap satu unit pertanggungan (protection) atau setiap unit exposure”. (Darmawi, 2000: 38) Sedangkan untuk menentukan premi itu sendiri yaitu dengan mengalikan terif dengan jumlah unit proteksi yang dibeli/besarnya objek pertanggungan.

Dalam menentukan tarif premi tahap awal yang perlu dilakukan adalah proses underwriting, pada bagian ini diadakan penyelidikan terhadap objek yang akan dipertanggungkan oleh perusahaan, yaitu mengelompokkan risiko yang akan ditanggung sebagai dasar untuk menetukan besarnya tarif premi yang akan dikenakan pada tertanggung. Setelah dilakukan penetapan jenis risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi oleh bagian underwriting, selanjutnya bagian aktuaria yang akan menghitung besarnya tarif premi yang akan dikenakan pada tertanggung.

Untuk memperoleh pendapatan premi perusahaan harus mampu meramalkan tuntutan pembayaran kerugian (klaim) dan mendistribusikan biaya-biaya yang telah diantisipasi tersebut kepada berbagai kelas pemegang polis (policy holder).

Premi akhir (final premium) yang dibayar oleh tertanggung disebut gross premiun atau premi kotor dan didasarkan atas nilai kotor (gross rate). Di dalam Gross rate terdapat bagian yang digunakan untuk menutupi kerugian yang disebut dengan “premi murni’ dan bagian yang digunakan untuk menutupi biaya-biaya operasional. Secara umum premi murni ditentukan dengan membagi kerugian harapan (kerugian yang diperkirakan) dengan jumlah unit exposure.

Contoh:
Jika 100.000 buah mobil yang diperkirakan akan menyebabkan kerugian sebesar Rp.3.000.000.000,00 maka premi murni menurut perhitungan adalah Rp.30.000,00.
perhitungannya adalah sebagai berikut:
Premi Murni
= (Kerugian Harapan) / (Jumlah Unit)
= (Rp.3.000.000.000) / (100.000)
= (Rp.30.000) 

Sedangkan untuk menentukan premium murni ke dalam tarif bruto yaitu dengan cara membagi premi murni dengan “rasio kerugian yang diizinkan”, yaitu yaitu persentase premi yang akan tersedia untuk membayar kerugian-kerugian setelah biaya dikeluarkan. Perubahan tersebut ditetapkan denngan rumus:

Tarif Bruto
= (Premi Murni) / (1 - Rasio Biaya)

Dengan menggunakan Rp30.000,00 sebagai premi murni, dan dengan mengasumsikan rasio biaya adalah 40% maka:

Tarif Bruto
= (Rp.30.000) / (1 - 0,40)
= (Rp.50.000)

Sementara premi murni bervariasi terhadap pengalaman kerugian pada jenis perusahaan asuransi tertentu. Rasio pengeluaran juga bervariasi dari satu jenis yang lain, tergantung pada biaya/pengeluaran yang termasuk di dalamnya.

Pendapatan premi asuransi haruslah cukup untuk menutupi kerugian-kerugian dan biaya-biaya, di sini perusahaan juga harus awas dalam memperkirakan besarnya kerugian pada setiap unit pertanggungan, sehingga perusahaan dapat memberikan tarif premi yang tepat sehingga pendapatan premi yang diterima perusahaan dapat menutupi kerugian dan biaya-biaya, selain itu juga persahaan dapat mengambil keuntungan dari usaha pertanggungan ini.

--- --- --- ---
Untuk mendapatkan Versi Lengkap dari Penelitian ini, silahkan kunjungi Halaman File Penelitian Ekonomi.
--- --- --- ---
Kamus Ekonomi:
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |