Beberapa Indikator Inflasi menurut Manurung, 2001

Ada beberapa indikator ekonomi makro yang digunakan untuk mengukur laju inflasi selama satu periode tertentu, diantaranya adalah :

1. Indeks Harga Konsumen (Consumers Price Index)
Indeks harga konsumen adalah angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode tertentu. Angka IHK diperoleh dengan menghitung harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dalam satu periode tertentu. Masing-masing harga barang dan jasa tersebut diberi bobot berdasarkan tingkat keutamaannya. Barang dan jasa yang dianggap paling penting diberi bobot yang paling besar. Prinsip perhitungan inflasi berdasarkan IHK adalah sebagai berikut (Manurung, 2001:45) :
Indeks Harga Konsumen - Consumers Price Index (Manurung, 2001)
Indeks Harga Konsumen - Consumers Price Index (Manurung, 2001)


2. Indeks Perdagangan Besar (Wholesale Price Index)
Indeks harga perdagangan besar atau yang lebih dikenal dengan indeks harga produsen melihat inflasi dari sisi produsen dan lebih menitikberatkan pada sejumlah barang di tingkat perdagangan besar. Ini berarti bahwa harga bahan mentah, bahan baku dan bahan setengah jadi masuk dalam perhitungan. Ukuran yang dipakai dalam menghitung IHP adalah penjualan. Prinsip perhitungannya adalah sebagai berikut :
Indeks Perdagangan Besar - Wholesale Price Index (Manurung, 2001)
Indeks Perdagangan Besar - Wholesale Price Index (Manurung, 2001)


3. GNP Deflator
Deflator GNP mencakup jumlah barang dan jasa yang termasuk dalam perhitungan GNP. Deflator GNP diperoleh dengan membagi GNP nominal (atas dasar harga berlaku) dengan GNP riil (atas harga konstan) dan dengan demikian dapat diinterpretasikan sebagai bagian dari seluruh kompenen GNP (konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor netto).
GNP Deflator (Manurung, 2001)
GNP Deflator (Manurung, 2001)



Sumber:
Nugroho, (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi Di Indonesia Periode 2000 – 2011. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012