Teori Ekonomi Barang Publik dan Eksternalitas

Definisi Barang Publik
Barang publik pada umumnya adalah barang lingkungan (Sapta, 2009) dan barang yang disediakan oleh pemerintah dengan dibiayai melalui anggaran belanja negara seperti jalan raya (Mangkoesoebroto, 1993).
Barang publik (public goods) dapat didefinisikan sebagai barang di mana jika diproduksi, produsen tidak memiliki kemampuan mengendalikan siapa yang berhak mendapatkannya.
Masalah dalam barang publik timbul karena produsen tidak dapat meminta konsumen untuk membayar konsumsi barang tersebut.
Dari ciri-cirinya, barang publik memiliki dua sifat dominan, yaitu non-rivalry (tidak ada ketersaingan) atau non-divisible (tidak habis) dan non-excludable (tidak ada larangan) (Fauzi, 2006).


Konsumsi terhadap barang publik sering menimbulkan apa yang disebut sebagai eksternalitas atau dampak eksternal.
Eksternalitas adalah apabila tindakan seseorang mempunyai dampak terhadap orang lain (atau segolongan orang lain) tanpa adanya kompensasi apapun juga sehingga timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi (Mangkoesoebroto, 1993). 
Lebih spesifik lagi eksternalitas terjadi jika kegiatan produksi atau konsumsi dari satu pihak mempengaruhi utilitas (kegunaan) dari pihak lain secara tidak diinginkan, dan pihak pembuat eksternalitas tidak menyediakan kompensasi terhadap pihak yang terkena dampak (Fauzi, 2006). Dengan adanya eksternalitas dalam suatu aktivitas akan menimbulkan inefisiensi. Inefisiensi ini timbul apabila tindakan seseorang mempengaruhi orang lain dan tidak tercermin dalam sistem harga.

Ditinjau dari dampaknya, eksternalitas dibagi menjadi dua, yaitu eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. (Mangkoesoebroto, 1993).
1. Eksternalitas Negatif
Eksternalitas negatif yaitu apabila dampaknya bagi orang lain yang tidak menerima kompensasi sifatnya merugikan.
Eksternalitas Negatif
Eksternalitas Negatif; Sumber: Mankiw, Gregory N. 2007. Principles of Economics. 

Dengan adanya eksternalitas negatif biaya sosial suatu barang melebihi biaya swastanya. Jumlah yang optimal, Q optimum lebih kecil dari pada jumlah keseimbangannya Q pasar.

2. Eksternalitas Positif
Eksternalitas positif adalah dampak yang menguntungkan dari suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu pihak terhadap orang lain tanpa adanya kompensasi dari pihak yang diuntungkan.
Eksternalitas Positif
Eksternalitas Positif; Sumber: Mankiw, Gregory N. 2007. Principles of Economics.

Dengan adanya eksternalitas posistif nilai suatu barang melebihi nilai swastanya. Jumlah yang optimal, Q optimum lebih besar dari pada jumlah keseimbangannya, Q pasar.


--- --- ---
Sumber:
Suryo, Menuju Pengelolaan Sungai Bersih Di Kawasan Industri Batik Yang Padat Limbah Cair, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2013.
--- --- --- ---
Untuk mendapatkan Versi Lengkap dari Penelitian ini, silahkan kunjungi Halaman File Penelitian Ekonomi.