Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hubungan Tingkat Pengembalian (return) Dengan Resiko (risk)

Berkaitan dengan prinsip risk-return trade-off, besarnya return dari sebuah investasi tergantung pada besarnya resiko yang melekat pada instrumen investasi tersebut. Semakin besar (kecil) resiko berakibat pada semakin besar (kecil) return yang mungkin didapat. Berdasarkan prinsip tersebut maka sudah sewajarnya jika setiap investor saling berlomba dalam mencari sebuah aset atau gabungan dari beberapa aset investasi yang memberikan kemungkinan return tertinggi dengan resiko terendah. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah aset manakah yang bisa memberikan semua itu?
Hubungan Tingkat Pengembalian (return) Dengan Resiko (risk)

Dari sinilah kemudian muncul teori-teori yang menghubungkan resiko dengan return. Teori yang mengemukakan hubungan yang terjadi antara variabel resiko dengan return ini diawali dengan teori Efficient Portfolio yang dikemukakan oleh Harry Markowitz yang kemudian disusul oleh kemunculan teori-teori lain seperti Capital Asset Pricing Model yang memperkenalkan variabel beta sebagai suatu bentuk resiko yang mempengaruhi return saham dan beberapa penelitian oleh para ahli ekonomi.


Efficient Portfolio
Resiko seperti yang sudah disebutkan sebelumnya memiliki dua tipe; yang dapat dihilangkan (unsistematik) dan yang tidak dapat dihilangkan (sistematik). Resiko unsistematik dapat dihilangkan melalui sebuah proses pembentukan portofolio investasi. Proses pembentukan sebuah portofolio investasi dapat dilakukan dengan cara mengalokasikan dana yang tersedia untuk investasi ke lebih dari satu aset investasi. Tindakan ini, sesuai dengan prinsip Law of Large Number , akan dapat mereduksi resiko yang bersifat unsistematik (Jones, 2004).

Prinsip Law of Large Number: Prinsip dalam ilmu statistik yang menyatakan bahwa semakin besar ukuran dari sampel maka nilai rata-rata dari sampel tersebut akan semakin mendekati nilai yang diharapkan dari populasi.

Untuk itu tindakan investasi yang dilakukan para investor akan lebih efisien jika mereka membentuk portofolio dari banyak aset investasi ketimbang hanya berinvestasi pada satu aset saja. Pembentukan portofolio yang efisien menurut Markowitz didasarkan pada beberapa asumsi seperti:

  1. Semua aset investasi pembentuk portofolio harus memiliki satu priode waktu yang sama, contoh satu tahun.
  2. Tidak terdapat adanya biaya transaksi.
  3. Ukuran resiko yang dipakai adalah variance atau standard deviation.


Markowitz menyatakan bahwa portofolio-portofolio yang ada ternyata tidak semuanya menggambarkan efisiensi. Ada di antara portofolio-portofolio tersebut yang menawarkan sejumlah return yang sama namun dengan kandungan resiko yang berbeda dan ada pula portofolio yang menyertakan sejumlah resiko yang sama namun dengan expected return yang berbeda. Yang coba ditawarkan oleh Markowitz adalah bagaimana cara investor menemukan portofolio yang paling efisien namun belum berarti yang paling optimal dalam hal pemberian return. Untuk lebih jelasnya berikut kurva yang menggambarkan pembentukan efficient portfolio menurut Markowitz.
Kurva Efficient Portfolio menurut Markowitz
Kurva di atas menggambarkan serangkaian portofolio yang mungkin terjadi. Wilayah yang berwarna abu-abu menunjukkan daerah di mana portofolio mungkin berada dengan return serta resiko masing-masing. Garis melengkung AB menggambarkan daerah letak portofolio yang paling efisien dengan maksimum expected return dan resiko yang minimum. Dalam gambar terlihat adanya garis yang ditarik dari sumbu vertikal E(R) di titik E(R)1 yang memotong kurva di dua titik yaitu titik C, yang berada di garis lengkung AB, dan titik M. Kedua titik (yang melambangkan porofolio) C dan M memiliki expected return yaitu yang sama yaitu E(R)1 namun terlihat bahwa portofolio C memiliki resiko yang lebih kecil dibanding portofolio M. Hal ini juga berlaku untuk semua titik yang berada di sepanjang garis lengkung AB. Dengan kata lain, portofolio yang terletak di sepanjang garis AB memang terbukti lebih efisien dibanding portofolio di luar garis ini. Garis melengkung AB ini kemudian dikenal dengan garis efficient frontier.

Hubungan antara return dengan resiko yang coba dijelaskan oleh Markowitz tidak berupa gambaran akan sebuah portofolio yang paling optimal dalam hal return. Markowitz hanya memberikan gambaran akan sebuah portofolio yang efisien. Mengenai investasi mana yang paling baik sangat tergantung pada pemahaman dan keberanian investor dalam menanggung resiko.

Post a Comment for "Hubungan Tingkat Pengembalian (return) Dengan Resiko (risk)"